varises pada ibu hamil

Posted: 26 Mei 2012 in Uncategorized

Pengertian

Apa itu varises

Bila di kaki Anda terlihat urat-urat halus menyembul di seputar betis belakang, bisa jadi Anda terkena kelainanyang disebut varises . Kelainan ini terjadi di pembuluh darah balik (vena) yang berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh dan kembali ke jantung.Varises menyebabkan sirkulasi darah menjadi tak lancar, karena terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat tubuh. Selain di bagian kaki, belakangan diketahui bahwa t

Penyebab Varises dan Cara Menghilangkan Varises Kaki Secara Alami.
Varises merupakan kelainan pada pelebaran pembuluh darah vena (balik) yang berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh dan kembali ke jantung. Pada dasarnya varises tidak terlalu berbahaya akan tetapi dengan adanya varises, khususnya varises kaki kita jadi kurang pede apalagi jika berminat mendaftar Polisi ataupun TNI hal ini akan merepotkan. Nah kalau sudah begini pasti sibuk deh menanyakan bagaimana cara menghilangkan varises kaki secara alami trus apa sih penyebab varisesernyata varises pun bisa terjadi di bagian lengan.

Ada beberapa teori mengenai penyebab varises tungkai ini :
1. Teori mekanis
Varises tungkai disebabkan kompresi mekanis berlebihan oleh uterus pada vena iliaka dan pelvis. Bukti klinis telah menunjukkan bahwa dilatasi vena dimulai pada minggu I kehamilan, ketika penambahan volume uterus yang masih tidak signifikan. Tumor uterus pada volume yang sama atau bahkan lebih besar daripada uterus saat kehamilan tidak mencetuskan varises, juga tidak meningkatkan keparahan varises yang sudah ada sebelumnya. Ada bukti mekanisme kompresi uterus pada vena iliaka dan vena cava inferior, khususnya pada trimester terakhir.
Melalui duplex scanning, phlebography dan computed tomography, diperlihatkan bahwa kecepatan aliran darah pada vena femoralis secara progresif menurun, secara proporsional menyesuaikan pada peningkatan volume uterus, sampai penurunan 50% pada trimester III

Penyebab varises
Varises kaki, biasanya terjadi di seputar betis berupa urat-urat halus yang menyembul. Dan ini faktor penyebab varises :

  • Berkurangnya elastisitas dinding pembuluh vena yang menyebabkan pembuluh vena melemah dan tak sanggup mengalirkan darah ke jantung sebagaimana mestinya. Aliran darah dari kaki ke jantung sangat melawan gravitasi bumi, karena itu pembuluh darah harus kuat, begitu juga dengan dinamisasi otot disekitarnya.
  • Rusaknya katup pembuluh vena, padahal katup atau klep ini bertugas menahan darah yang mengalir ke jantung agar tidak keluar kembali. Katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah.

Cara menghilangkan varises pada kaki secara alami
Pengobatan alami atau cara menghilangkan varises kaki secara alami biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama walaupun sebenaranya caranya cukup mudah, yaitu:

  1. Setelah beraktivitas setiap hari, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi penderita varises, usahakan tidur dengan posisi seperti ini sepanjang malam. guna melancarkan peredaran darah ke jantung.
  2. Jangan berdiri terlalu lama.
  3. Olahraga rutin untuk melatih otot kaki: jalan santai, jalan cepat; joging, bersepeda, berenang (minimal 30 menit per hari).
  4. Penting !! Jangan pernah memijat daerah yang bervarises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh vena. Lakukan pijatan secara ringan namun teratur, di daerah rawan varises dengan arah menuju jantung dengan lembut dan gunakan minyak esensial yang sudah dilarutkan.
  5. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi dan makanan yang dapat merangsang sirkulasi darah, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe dan cabai merah. Juga makanan yang kaya dengan vitamin B kompleks, vit C, vit E, vit B6, magnesium, asam folat, kalsium dan zinc.
  6. Kurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan, dan protein hewani.
  7. Sering-sering duduk berselonjor kaki, tungkai dan panggul.

cukup memakan waktu, namun kalau ingin varisesnya cepat hilang dapat dilakukan dengan cara injeksi atau suntik secara langsung ke varises dan tentunya hal ini dilakukan oleh dokter ataupun orang yang ahli dibidang ini. Akan tetapi tindakan ini cukup sakit, karena admin sehatzblog pernah lihat secara langsung proses penyuntikkan atau injeksi terhadap penderita varises. Silahkan pilih aja dech  pengobatan alami atau secara injeksi

Varises vagina secara anatomis sebetulnya sama saja dengan varises pada kaki, yaitu adanya pelebaran pembuluh vena, hanya saja lokasinya kali ini di vagina. Penyebabnya diduga perubahan hormonal dan bertambahnya Beban tubuh akibat kehamilan. Volume darah pada wanita hamil juga bertambah banyak, bisa sampai 20%, sehingga terjadi pengenceran darah. Dengan bertambahnya volume darah dan juga beban tubuh, maka organ-organ yang banyak memiliki pembuluh vena seperti anus, kaki (betis) dan vagina mengalami pelebaran. Oleh karena itu pula biasanya ibu hamil juga mengeluhkan adanya varises kaki atau ambeien.

Varises vagina yang sangat berat biasanya menyebabkan dokter menyarankan kelahiran secara Caesar, namun banyak juga kondisi di mana ibu hamil dengan varises vagina dapat melakukan proses persalinan normal dengan aman-aman saja.

Varises vagina sebetulnya dapat dicegah dengan gizi yang baik sedari muda, dan menjaga kesehatan jasmani, karena ini sebetulnya berhubungan dengan kekuatan otot-otot dan dinding-dinding pembuluh darah sang calon ibu. Jika si calon ibu memiliki tubuh yang sehat, maka otot-otot dan dinding-dinding pembuluh darahnya pun lebih kuat dan sehat.

Ibu Era, sayangnya ibu tidak menjelaskan, apakah tindakan operasi terhadap varises vagina itu adalah Anjuran dokter Anda, atau hanya dugaan Anda sendiri. Dari nara sumber yang kami dapatkan, sebetulnya varises vagina dapat diatasi dengan cara istirahat yang cukup setelah melahirkan, memenuhi gizi-gizi, dan jika sangat parah dan mengganggu harus mengkonsumsi obat yang dapat mengatasi varises, tentunya dengan petunjuk dari dokter. Dan seperti halnya varises kaki pada ibu hamil, varises vagina bisa saja hilang beberapa minggu atau bulan setelah melahirkan. Jika Anda masih ragu dan varises terasa mengganggu, sebaiknya diskusikan lebih lanjut dengan dokter Anda untuk mendapatkan tindakan dan pengobatan yang tepat.

Varises pada ibu hamil

Masa iya sih hanya gara-gara tidak menaikkan kaki ke atas bantal saat tiduran, lalu varises itu muncul? Jangan-jangan itu hanya ketakutan orangtua zaman dulu saja yang berlebihan.

Varises terjadi bila pembuluh darah balik di bawah kulit atau selaput lendir (mukosa) melebar dan berkelok atau melingkar akibat kelainan katup dalam pembuluh darah. Paling mudah terlihat adanya galur-galur biru kehijauan seperti “cacing” yang memanjang di kaki.

Cacing atau tonjolon itu sejatinya adalah pembendungan aliran darah yang terjadi pada pembuluh-pembuluh darah balik (vena). Fungsi pembuluh vena yang normal dan sehat adalah membawa darah kotor (darah yang banyak mengandung karbon dioksida) kembali ke jantung.

Karena harus bekerja melawan gaya berat, maka pembuluh vena dirancang untuk memiliki serangkaian katup yang mencegah membaliknya aliran darah. Bila katup ini hilang, darah cenderung berkumpul pada vena yang mengalami tarikan gaya berat yang besar, seperti kaki dan anus.

Nah, karena terbendung, aliran darah pun mencari jalan alternatif melalui pembuluh-pembuluh lain yang lebih kecil yang terletak lebih dalam. “Varises memang tidak hanya muncul di kaki,” ujar Dr Agus Supriyadi, SpOG, dari RSAB Harapan Kita, Jakarta.

Varises juga bisa muncul di bagian tubuh lain, seperti tangan, lambung, rektum (usus besar dekat anus), vagina, skrotum, dan vulva (bibir kelamin). Beberapa hal bisa menjadi penyebab munculnya varises maupun faktor risiko, yaitu:

Gangguan varises cenderung lebih banyak menyerang wanita yang bertubuh gemuk dibanding pria. Dan kerap dialami pertama kali oleh wanita yang sedang hamil. Bisa diduga penyebabnya adalah perubahan bentuk rahim yang kian membesar ukurannya, semakin menekan sejumlah pembuluh darah balik di sekitar bagian perut. Akibatnya, terjadilah penyempitan pada pembuluh darah yang tertekan, sehingga aliran darah di beberapa daerah bagian bawah perut menjadi tidak lancar.
Kecuali pembesaran ukuran rahim, hormon pun diduga menjadi penyebab timbulnya varises. Seperti kita tahu kehamilan membawa perubahan hormon. Hormon progresteronlah yang bertanggung jawab pada keadaan yang menyebabkan perubahan pada elastisitas dinding pembuluh darah.
Umumnya wanita yang sudah terkena varises sebelum hamil, akan mengalami varises yang lebih parah saat berbadan dua. Begitu juga varises akan muncul pada wanita hamil di atas usia 40 tahun atau pada kehamilan kedua, ketiga, dan seterusnya serta pada kehamilan dengan bayi kembar.
Kecuali hal yang sudah disebutkan, varises saat hamil bisa juga muncul akibat adanya infeksi.

 

 

Faktor hormonal

Pada saat hamil terjadi peningkatan hormon progesteron yang membuat elastisitas dinding pembuluh darah bertambah sehingga dinding pembuluh darah (baik arteri maupun vena) makin lentur yang berakibat pembuluh darah jadi tambah besar dan melebar. Di satu sisi pelebaran pembuluh darah ini perlu untuk memenuhi kebutuhan janin, yakni agar aliran darah dan volume darah tersuplai dengan baik, hingga pertumbuhan janin normal.,< Meski memiliki faktor genetik atau turunan, seseorang tidak akan terkena varises jika tidak ada

Faktor predisposisi, patofisiologi varises

Faktor predisposi dan patofisiologi varises 

Terdapat faktor-faktor yang diduga berperan serta dapat mempengaruhi timbulnya varises tungkai, antara lain :

 

 

a.Faktor genetik

Ditunjukkan dengan terjadinya penyakit yang sama pada beberapa anggota keluarga dan gambaran varises pada usia remaja. Terdapat hipotesis yang menyatakan bahwa kelainan ini mungkin diturunkan secara x-linked dominan dengan penetrasi tak lengkap.

 

b.     Faktor Kehamilan

Pengaruh kehamilan, peningkatan volume darah dan obstruksi akibat pembesaran uterus merupakan penyebab varises pada masa kehamilan. Penelitian mendapatkan hasil bahwa sekitar 70-80% wanita menderita kelainan ini pada trimester 1; 20-25% pada trimester II; dan 1-5% pada trimester III. Selain itu juga terdapat hipotesis yang menyatakan faktor penekanan dari uterus yang tentunya dapat meningkatkan distensibilitas pada pembuluh vena secara langsung. Penekanan terhadap pembuluh vena kava inferior juga dapat terjadi saat ibu hamil dalam kondisi berbaring yang dapat meningkatkan faktor risiko varises.

 

c.  Faktor hormonal

Diperkirakan terdapat faktor angioproliferatif yang diperantarai oleh hormon, yang dewasa ini masih menjadi topik penelitian. Estrogen menyebabkan relaksasi otot polos dan perlunakan jaringan kolagen sehingga meningkatkan distensibilitas. Selain itu dapat meningkatkan permeabilitas kapiler dam edema. Progesteron menyebabkan penurunan tonus vena dan peningkatan kapasitas vena sehingga dapat menginduksi terjadinya stasis vena, hal ini disebabkan karena adanya hambatan pada aktomiosin kontraktil dinding vena. Pada dasanya pengaruh hormonal ini dapat timbul akibat intervensi dari luar atau faktor dari dalam. Penggunaan obat kontrasepsi oral atau terapi hormonal tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya varises. Sementara faktor intern terletak pada berlangsungnya fase aktif siklus menstruasi yang meningkatkan faktor risiko varises. Hal ini dapat dilihat pada penderita yang mendapat terapi hormonal atau pada siklus menstruasi.

 

d.  Faktor berdiri lama

Peningkatan tekanann hidrostatik kronis pada pekerjaan yang membutuhkan berdiri lama / duduk lama juga berperan dalam menimbulkan varises. Pada posisi tersebut tekanan vena 10 kali lebih besar, sehingga vena akan teregang di luar batas kemampuan elastisitasnya sehingga terjadi inkompetensi pada katup.

 

e.  Obesitas

Hal ini dihubungkan dengan tekanan hidrostatik yang meningkat akibat peningkatan volume darah serta kecenderungan jeleknya struktur penyangga vena.

 

f.  Faktor usia

Pada usia lanjut insiden varises akan meningkat. Dinding vena menjadi lemah karena lamina elastis menjadi tipis dan atrofik bersama dengan adanya degenerasi otot polos. Di samping itu akan terdapat atrofi otot betis sehingga tonus otot menurun.

 

g. Sinar ultraviolet

Paparan sinar ultraviolet A dan ultraviolet B mempunyai kemampuan sebagai vasodilator. Kemungkinan adanya peran faktor angiproliferatif oleh sinar ultraviolet, dalam menimbulkan neoangiogenesis serta dilatasi dari pembuluh darah yang telah ada sebelumnya, masih perlu diterangkan dengan evidence base.

 

 

h. Riwayat tromboflebitis

Penurunan aliran darah menimbulkan keadaan hiperkoagulasi, hal in meningkatkan insiden tromboplebitis dan trombosis vena profunda pada penderita varises tungkai. Tromboflebitis kambuhan menyebabkan kerusakan dinding vena, sedangkan trombosis vena profunda akan menghambat  aliran darah ke proksimal akibatnya terjadi hipertensi vena, dilatasi vena dan inkompetensi katup vena.

 

Dampak varises pada kehamilan

VARISES (pelebaran pembuluh darah) pada kehamilan tak bisa dianggap sepele. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut bisa menimbulkan gangguanpada janin. Resiko terburuk, kematian si kecil.

Yang jelas, resiko varises pada wanita lebih tinggi dibandingkan pada pria.Begitulah menurut sebuah studi. “Angka kejadiannya enam banding satu,” jelas dr Nalendra Iswara SpB SpTKV. Selain kondisi anatomis, lanjut ia, terjadinya varises mungkin disebabkan oleh banyak hal. “salah satunya, pengaruh hormonal,” tambah spesialis bedah thorakskardiovaskuler ini.

Dulu, lanjut dia, dikatakan kalau varises terjadi akibat kehamilan besar yang menyebabkan penekanan pada pembuluh darah besar di daerah punggun. Juga, karena bendungan pada beberapa pembuluh darah balik di daerah panggul, paha dan betis. “Namun, hal tersebut tidak terbukti. Soalnya, kejadian varises ini justru lebih banyak terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan. Padahal, saat itu perut justru belum membuncit,” tukasnya.

Pada beberapa wanita bahkan didapatkan gambaran varises ketika mereka mengalami keterlambatan haid. Kondisi begini mungkin merupakan reaksi vena (pembuluh darah balik) terhadap keadaan hormonal tertentu. Reaksi ini utamanya terjadi pada katub-katub vena.

Nalendra juga mengungkapkan, otot-otot di daerah pembuluh darah melemah karena pengaruh hormon steroid. “Melemahnya dinding pembuluh darah ini bisa jadi menyebabkan pembuluh balik melebar sampai 150 %,” jelasnya. Itulah yang menyebabkan terjadinya varises.

Kalau begitu, daerah mana yang sering mengalami varises? Daerah-daerah yang mengalami pelebaran pembuluh darah, menurut Nalendra, berkisar pada tungkai, vulva (bagian dari alat kelamin luar wanita) serta beberapa bagian pembuluh darah balik yang ada di daerah panggul.

Dijelaskannya, resiko terjadinya varises memang meningkat ketika wanita tersebut hamil. “Dua pertiga kasus dijumpai pada trimester pertama kehamilan,” terang alumnus FK Unair tersebut. Namun, varises juga bisa muncul pada bulan-bulan berikutnya. “Seperempat kasusnya bisa dilihat saat kehamilan tiga bulan berikutnya, dan pada minggu-minggu terakhir kehamilan justru angka kejadiannya hanya mencapai lima persen,” jelas dokter ini.

Masih menurut Nalendra, jika varises ini tidak segera ditangani, akan membahayakan janin. “Varises dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Hal ini dapat membahayakan konsisi janin. Bahkan, pada kondisi terburuk, dapat menyebabkan kematian janin,” paparnya.

Selain itu, varises juga bisa menyebabkan emboli udara (adanya gelembung udara di dalam aliran darah yang normalnya tidak ada). “Pembuluh darah yang terlalu lebar dapat mengakibatkan aliran balik ke bawah yang lebih hebat lagi. Inilah penyebab emboli udara tersebut,” jelas Nalendra. Bila gelembung udara pada emboli ini berhenti dan menyumbat aliran darah, juga bisa membahayakan kondisi ibu.

Sayangnya, varises kehamilan hanya bisa diterapi secara suportif. Terapi begini tujuannya agar gejala varises tidak semakin berat. Caranya, dengan tidak melakukan aktivitas tertentu. Yakni, gerakan yang beresiko meningkatkan tekanan pembuluh darah di daerah tubuh bagian bawah.

“Misalnya, tidak berdiri, duduk terlalu lama, ataupun menggunakan ikat pinggang terlampau ketat,” jelas Nalendra. Untuk varises yang terjadi di daerah vulva, biasanya ditangani dengan pemasangan karet busa pada daerah tersebut. Upaya ini dilakukan supaya varises tidak makin parah.

Berbagai langkah suportif tersebut penting. Sebab, pengobatan menggunakan bahan sklerotik tak dapat dilakukan pada ibu hamil. Bahan ini memang efektif mengurangi pelebaran pembuluh darah. “Ditakutkan memberi efek negatif pada janin,” tegasnya. Yang terpenting adalah melakukan tindakan pencegahan sejak dini. Mislnya, rutin senam untuk memperbaiki tonus otot. “Terutama otot di daerah-daerah yang rawan varises,” tandasnya.

Pencagahan varises

Tidak ada cara mencegah varises. Namun, dengan meningkatkan sirkulasi dan tonus otot dapat mengurangi risiko:
§ Olahraga
§ Menjaga berat badan
§ Makan makanan tinggi serat, diet rendah garam
§ Tidak menggunakan sepatu berhak tinggi
§ Menaikkan tungkai
§ Mengubah posisi duduk atau berdiri secara teratur

 

 

 

 

Daftar Pustaka :
1. Pregnancy and Lower Limb Varicose Veins: Prevalence and Risk Factors. Available from the URL: http://www.scielo.br/scielo.php?pid=S167754492010000200004&script=sci_arttext&tlng=en
2. The Effect of Pregnancy on the Lower-limb Venous System of Women with Varicose Veins. Available from the URL: http://download.journals.elsevierhealth.com/pdfs/journals/1078-5884/PIIS1078588499908705.pdf
3. Guidelines for the diagnosis and therapy of the vein and lymphatic disorders. Available from the URL : http://www.flebologia.unisi.it/lineeguida/guidelines-inglese-rev.htm
4. Varicose Veins. Available from the URL : http://www.mayoclinic.com/health/varicoseveins/DS00256/DSECTION=prevention

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s